Sajak berikut ini merupakan terjemahan sekaligus interpretasi bebas saya terhadap lagu Viva la Gloria (Little Girl) milik Green Day pada album mereka 21st Century Breakdown (2009).
Sebenarnya lagu ini telah ada sejak tahun 2009. Tapi karena saya mendengarkan lagu baru-baru ini jadi saya baru memostingnya sekarang. Langsung aja pada pokok permasalahan. Lagu viva la Gloria ini sebenarnya memiliki arti yang sangat luar biasa jika dibilang. Dan arti viva la Gloria sendiri adalah sebuah ungkapan dalam bahasa Italia yang juga berarti “hiduplah (dengan) mulia” atau dalam istilah Arab sering kita temukan sebagai “isy kariiman”.
Langsung aja deh. Tapi ingat arti yang saya maksudkan dalam postinganku kali ini bukan arti secara bahasa (inggris=>Indonesia), melainkan arti atau makna lagu tersebut.
Hiduplah Dengan Mulia!
Hei Gloria,
Apakah kini kau
membiarkan dirimu berdiri
tegak di tubir jurang
seperti kami yang senja
memandang jauh matahari terbenam
: sungguh, cerita tentang
masa muda yang abadi
adalah lanskap kebohongan
Lihatlah,
bekas-bekas luka di kulitku
membuktikan semuanya
tahun-tahun yang terus
akan menjadi saksi
bacakanlah doa-doamu
nyalakanlah api semangatmu—
Kita akan memulai sebuah perjuangan
: keyakinan sebagai pejuang yang tangguh,
itulah yang kami tunggu darimu
Hei Gloria,
perhatikanlah,
inilah sebabnya
mengapa kini kami berdiri
di gigir jurang perjuangan
hidup kami (yang hancur)
dihabiskan demi cinta
pada masa muda
yang kami kira abadi
Gloria, hiduplah dengan mulia!
(Aku melihatmu)
Meledakkan namamu
jadi graffiti di tembok-tembok
(aku melihatmu)
membiarkan hidupmu jatuh
jadi pecahan-pecahan kaca
yang menyayat semangat dan keberanianmu
: aku bisa mendengarmu
menjerit bagai manusia-manusia
yang patah hati
(Gloria, jangan biarkan dirimu tersesat)
Di manakah kau kini, Gloria?
Kau kira bisa menemukan ‘rumah’
pada luka-luka pertarungan dan senjata?
Bisakah kau membuat tempat tidurmu
bagai anak muda yang ceria
di antara kepul asap dan puing-puing
sisa kehancuran masa mudamu?
(Dialah yang menghantamkan
buku-buku jari hidupnya
ke musim dingin
bagai deru angin musim gugur
yang lenyap menjadi gelap;
Dialah penyelamat para pendosa;
Dialah amsal yang telah menjatuhkan
dirinya sendiri ke dalam lubang luka masa remaja
: maka jangan padamkan nyala apimu!)
Gloria, hiduplah dengan mulia!
Jangan padamkan keyakinmu,
kau tak perlu kehilangan sikap baikmu—
(Kau tak perlu mengulangi kesalahan kami,)
Kau tak perlu merasakan lagi
badai November penghabisan,
yang tersebab olehnya,
kami kehilangan rasa bangga
Gloria, hiduplah dengan mulia!
Maafkanlah aku
manusia sakit hati yang gagal—
Berilah kami harapan, bagai musim-musim
yang akan selalu kami kenang
: jangan padamkan semangatmu
—kobarkan perjuanganmu sendiri
Kelak, Gloria, ceritakanlah pada kami
hidupmu yang penuh cahaya
menaungi malam-malamu yang ceria
Maka Gloria,
Apakah sesungguhnya (cinta) yang abadi?
(Cinta yang dengan tulus memberimu
kesempatan untuk tumbuh)—
Membiarkanmu menceritakan
kisah hidupmu sendiri!
:::::::::
Lirik asli:


00.35
Unknown
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar